IBU, terkadang kita lupa akan jasa seorang ibu yang telah
merelakan waktu dan tenaganya untuk kita, ia rela kelaparan dan kedinginan
asalkan kita tidak kelapan dan kedinginan, ya !!! Dialah seorang malaikat tak
bersayap yang dititipkan Allah swt untuk menjaga kita sewaktu kita masi berada
didunia sosok yang selalu sabar menghadapiku, senakal-nakalnya diriku ia tetap
sabar untuk menuntunku, ketika aku mendapatkan masalah ia selalu menjadi
penenangku, saat bimbang,sedih,senang dan dalam kondisi apapun ia tetap dengan
senyuman manisnya.
Disini saya sedikit
menceritakan perjalanan seorang bayi sebelum dilahirkan kedunia .Untuk
mengenang sosok seorang ibu yang senantiasa menyayangi,menjaga dan selalu
meneteskan air mata didalam doa-doanya dan ketika kita meninggalkannya.
Ketika seorang bayi siap dilahirkan kedunia ini. Menjelang
bayi itu diturunkan ia bertanya kepada Tuhan ,
"
Kata para malaikat mengatakan bahwa besok engkau akan mengirimku kedunia,
Bagimana aku bisa hidup disana, saya terlalu kecil dan lemah ( " kata bayi
tersebut ").
“ TUHAN menjawab "Aku telah memilih
satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu".
“ Tetapi disurga yang aku lakukan cukup
bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagiku untuk merasa bahagia (" kata bayi
tersebut ").
“ TUHAN berkata “Malaikatmu
akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan
kehangatan kasih sayangnya dan kamu akan merasakan lebih bahagia”.
“ Dan apa yang dapat
aku lakukan jika aku ingin berbicara kepada-Mu??”
(“ kata bayi tersebut “)
“ TUHAN menjawab “Malaikatmu
akan mengajarkanmu bagaimana cara kamu berdoa”.
“ Aku dengar dibumi
banyak orang jahat dan siapa yang akan menjagaku??”
(“ kata bayi tersebut “)
“ TUHAN menjawab “Malaikatmu
akan menjaga dan melindungimu dengan taruhan nyawa sekalipun”.
“ Si bayi tetap bertanya “Tapi
aku akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi !!”.
“ TUHAN dengan sabar
menjawab “Malaikatmu akan menceritakan
kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkanmu cara kamu kembali
kepadaku walau sebenarnya aku selalu ada
disisimu”.
Saat
itu surge begitu sunyi dan sehingga suara dari bumi terdengar dan sang bayi dengan suara lirihnya bertanya “Tuhan seandainya aku diturunkan
sekarang , bisakah engkau memberitahuku nama malaikat dirimahku nnti??”
Tuhan menjawab “ Kamu dapat memanggilnya IBU !!.
Kadang kita melupakan sosok ibu disaat kita
sedang bahagia namun tidak begitu dengan ia. Coba kita ingat ketika kita masi
kecil disaat ibu keluar rumah dan membelikan buah-buahan yang ia dapat dari tetangga walau sebenarnya ia belum sempat memakannya ,
namun sebaliknya ketika kita mendapatkan atau membeli sekantung buah kita tak
pernah membawakannya jangankan membawakannya untuk mengingatnya pun kita jarang
teringat ketika kita mendapat memakan makanan enak atau bepergian kesuatu
tempat. Ketika kita sakit ia merawat dengan penuh kasih bahkan ia semalaman
tidak tertidur demi menjaga kita .
Seharusnya kita sadar dan
mengerti betapa mulianya sosok seorang ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya
sekalipun.

0 komentar:
Posting Komentar