Diberdayakan oleh Blogger.

Kasih ibu sepanjang masa

     Mungkin cerita ini hanya sekedar untuk mencairkan kerasnya hati seorang anak terhadap orang tua,coba kita ingat kembali bahwa dulu ketika kita masi kecil, dia yang memberi makan dan memandikan kita tetapi kita balas dengan menangis sepanjang malam. Pada disaat umur kita beranjak 2 tahun dia yang melatih kita untuk berjalan, tetapi kita balas dengan melarikan diri ketika ia membutuhkan kita.disaat umur kita 3 tahun ia yang  selalu membuatkanku makanan yang enak,tetapi kita bales dengan melempar piring kelantai. Disaat umur kita 4 tahun ia yang memberi kita kertas dan pensil untuk belajar, tetapi kita balas dengan mencoret-coret dinding. Disaat umur kita 6 tahun ia yang mengantarkan kita  kesekolah,tetapi  kita balas dengan bermalas-malasan dan teriyakan “ tidak mau sekolah “. Disaat umur kita 12 tahun ia yang selalu mengajari kita untuk selalu berpenampilan baik, tetapi kita balas dengan jawaban “ ini kan gaul “. Disaat umur kita 17 tahun ia yang selalu menanti kita kita pulang, tetapi kita balas dengan menutup pintu kamar. Disaat umur kita 19 tahun ia yang selalu memperhatikan dan menasehati kita tentang masa depan kita, tetapi kita balas dengan tidak mendengarkan nasehatnya. Disaat umur kita 24 tahun ia yang selalu bertanya tentang calon istri kita, tetapi kita balas dengan jawaban “ ibu ga usah ikut campur “.

    Setiap bertambahnya umur kita ia akan siap slalu berada disisi kita walau terkadang kita sering kali menyakiti hatinya entah dengan perbuatan atau kata-kata yang telah kita ucap. Kapan terahir kita mengucapkan terimakasi disaat ia menyiapkan makan,kapan terahir kali kita memuji “ makanan yang ibu buat sungguh lezat”. Kapan terahir kali kita memperhatikan keadaannya. Memang itu semua sering kali kita lupakan karna hal-hal tersebut adalah hal yang sepele menurut kita. Hay sobat jaga dan bahagiakan lah orang tuamu selagi kita masi ada waktu untuk bisa bersama ia karena penyesalan pasti akan datang ketika kita sudah tidak dapat melihat ia lagi. Bagi anak-anak yang soleh hanya lantunan doa yang bisa kita hadiahkan untuk orang tua sobat yang sudah tiada.


“  Waktu tidak akan pernah berputar kembali kemasa lalu, manfaatkan waktu untuk melakukan yang terbaik bagi wanita mulia yang dipanggil ibu ”.
     Mungkin cerita ini hanya sekedar untuk mencairkan kerasnya hati seorang anak terhadap orang tua,coba kita ingat kembali bahwa dulu ketika kita masi kecil, dia yang memberi makan dan memandikan kita tetapi kita balas dengan menangis sepanjang malam. Pada disaat umur kita beranjak 2 tahun dia yang melatih kita untuk berjalan, tetapi kita balas dengan melarikan diri ketika ia membutuhkan kita.disaat umur kita 3 tahun ia yang  selalu membuatkanku makanan yang enak,tetapi kita bales dengan melempar piring kelantai. Disaat umur kita 4 tahun ia yang memberi kita kertas dan pensil untuk belajar, tetapi kita balas dengan mencoret-coret dinding. Disaat umur kita 6 tahun ia yang mengantarkan kita  kesekolah,tetapi  kita balas dengan bermalas-malasan dan teriyakan “ tidak mau sekolah “. Disaat umur kita 12 tahun ia yang selalu mengajari kita untuk selalu berpenampilan baik, tetapi kita balas dengan jawaban “ ini kan gaul “. Disaat umur kita 17 tahun ia yang selalu menanti kita kita pulang, tetapi kita balas dengan menutup pintu kamar. Disaat umur kita 19 tahun ia yang selalu memperhatikan dan menasehati kita tentang masa depan kita, tetapi kita balas dengan tidak mendengarkan nasehatnya. Disaat umur kita 24 tahun ia yang selalu bertanya tentang calon istri kita, tetapi kita balas dengan jawaban “ ibu ga usah ikut campur “.

    Setiap bertambahnya umur kita ia akan siap slalu berada disisi kita walau terkadang kita sering kali menyakiti hatinya entah dengan perbuatan atau kata-kata yang telah kita ucap. Kapan terahir kita mengucapkan terimakasi disaat ia menyiapkan makan,kapan terahir kali kita memuji “ makanan yang ibu buat sungguh lezat”. Kapan terahir kali kita memperhatikan keadaannya. Memang itu semua sering kali kita lupakan karna hal-hal tersebut adalah hal yang sepele menurut kita. Hay sobat jaga dan bahagiakan lah orang tuamu selagi kita masi ada waktu untuk bisa bersama ia karena penyesalan pasti akan datang ketika kita sudah tidak dapat melihat ia lagi. Bagi anak-anak yang soleh hanya lantunan doa yang bisa kita hadiahkan untuk orang tua sobat yang sudah tiada.


“  Waktu tidak akan pernah berputar kembali kemasa lalu, manfaatkan waktu untuk melakukan yang terbaik bagi wanita mulia yang dipanggil ibu ”.

Kebahagiaan ibu surga bagi anaknya

  IBU, terkadang kita lupa akan jasa seorang ibu yang telah merelakan waktu dan tenaganya untuk kita, ia rela kelaparan dan kedinginan asalkan kita tidak kelapan dan kedinginan, ya !!! Dialah seorang malaikat tak bersayap yang dititipkan Allah swt untuk menjaga kita sewaktu kita masi berada didunia sosok yang selalu sabar menghadapiku, senakal-nakalnya diriku ia tetap sabar untuk menuntunku, ketika aku mendapatkan masalah ia selalu menjadi penenangku, saat bimbang,sedih,senang dan dalam kondisi apapun ia tetap dengan senyuman manisnya.
 
   Disini saya sedikit menceritakan perjalanan seorang bayi sebelum dilahirkan kedunia .Untuk mengenang sosok seorang ibu yang senantiasa menyayangi,menjaga dan selalu meneteskan air mata didalam doa-doanya dan ketika kita meninggalkannya.

  Ketika seorang bayi siap dilahirkan kedunia ini. Menjelang bayi itu diturunkan ia bertanya kepada Tuhan ,

      " Kata para malaikat mengatakan  bahwa besok engkau akan mengirimku kedunia, Bagimana aku bisa hidup disana, saya terlalu kecil dan lemah ( " kata bayi tersebut ").
      “ TUHAN menjawab "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu".
      “ Tetapi disurga yang aku lakukan cukup bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagiku untuk merasa bahagia (" kata bayi tersebut ").
     “ TUHAN berkata “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan kasih sayangnya dan kamu akan merasakan lebih bahagia”.
     “ Dan apa yang dapat aku lakukan jika aku ingin berbicara kepada-Mu??”
(“ kata bayi tersebut “)
    “ TUHAN menjawab “Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara kamu berdoa”.
    “ Aku dengar dibumi banyak orang jahat dan siapa yang akan menjagaku??”
(“ kata bayi tersebut “)
   “ TUHAN menjawab “Malaikatmu akan menjaga dan melindungimu dengan taruhan nyawa sekalipun”.
   “ Si bayi tetap bertanya “Tapi aku akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi !!”.
   “ TUHAN dengan sabar menjawab “Malaikatmu akan menceritakan  kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkanmu cara kamu kembali kepadaku  walau sebenarnya aku selalu ada disisimu”.

    Saat itu surge begitu sunyi dan sehingga suara dari bumi terdengar  dan sang bayi dengan suara lirihnya  bertanya “Tuhan seandainya aku diturunkan sekarang , bisakah engkau memberitahuku nama malaikat dirimahku nnti??” 
Tuhan menjawab “ Kamu dapat memanggilnya IBU !!.

   Kadang kita melupakan sosok ibu disaat kita sedang bahagia namun tidak begitu dengan ia. Coba kita ingat ketika kita masi kecil disaat ibu keluar rumah dan membelikan buah-buahan  yang ia dapat dari tetangga  walau sebenarnya ia belum sempat memakannya , namun sebaliknya ketika kita mendapatkan atau membeli sekantung buah kita tak pernah membawakannya jangankan membawakannya untuk mengingatnya pun kita jarang teringat ketika kita mendapat memakan makanan enak atau bepergian kesuatu tempat. Ketika kita sakit ia merawat dengan penuh kasih bahkan ia semalaman tidak tertidur  demi menjaga kita .
 Seharusnya kita sadar dan mengerti betapa mulianya sosok seorang ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya sekalipun.
  IBU, terkadang kita lupa akan jasa seorang ibu yang telah merelakan waktu dan tenaganya untuk kita, ia rela kelaparan dan kedinginan asalkan kita tidak kelapan dan kedinginan, ya !!! Dialah seorang malaikat tak bersayap yang dititipkan Allah swt untuk menjaga kita sewaktu kita masi berada didunia sosok yang selalu sabar menghadapiku, senakal-nakalnya diriku ia tetap sabar untuk menuntunku, ketika aku mendapatkan masalah ia selalu menjadi penenangku, saat bimbang,sedih,senang dan dalam kondisi apapun ia tetap dengan senyuman manisnya.
 
   Disini saya sedikit menceritakan perjalanan seorang bayi sebelum dilahirkan kedunia .Untuk mengenang sosok seorang ibu yang senantiasa menyayangi,menjaga dan selalu meneteskan air mata didalam doa-doanya dan ketika kita meninggalkannya.

  Ketika seorang bayi siap dilahirkan kedunia ini. Menjelang bayi itu diturunkan ia bertanya kepada Tuhan ,

      " Kata para malaikat mengatakan  bahwa besok engkau akan mengirimku kedunia, Bagimana aku bisa hidup disana, saya terlalu kecil dan lemah ( " kata bayi tersebut ").
      “ TUHAN menjawab "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu".
      “ Tetapi disurga yang aku lakukan cukup bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagiku untuk merasa bahagia (" kata bayi tersebut ").
     “ TUHAN berkata “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan kasih sayangnya dan kamu akan merasakan lebih bahagia”.
     “ Dan apa yang dapat aku lakukan jika aku ingin berbicara kepada-Mu??”
(“ kata bayi tersebut “)
    “ TUHAN menjawab “Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara kamu berdoa”.
    “ Aku dengar dibumi banyak orang jahat dan siapa yang akan menjagaku??”
(“ kata bayi tersebut “)
   “ TUHAN menjawab “Malaikatmu akan menjaga dan melindungimu dengan taruhan nyawa sekalipun”.
   “ Si bayi tetap bertanya “Tapi aku akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi !!”.
   “ TUHAN dengan sabar menjawab “Malaikatmu akan menceritakan  kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkanmu cara kamu kembali kepadaku  walau sebenarnya aku selalu ada disisimu”.

    Saat itu surge begitu sunyi dan sehingga suara dari bumi terdengar  dan sang bayi dengan suara lirihnya  bertanya “Tuhan seandainya aku diturunkan sekarang , bisakah engkau memberitahuku nama malaikat dirimahku nnti??” 
Tuhan menjawab “ Kamu dapat memanggilnya IBU !!.

   Kadang kita melupakan sosok ibu disaat kita sedang bahagia namun tidak begitu dengan ia. Coba kita ingat ketika kita masi kecil disaat ibu keluar rumah dan membelikan buah-buahan  yang ia dapat dari tetangga  walau sebenarnya ia belum sempat memakannya , namun sebaliknya ketika kita mendapatkan atau membeli sekantung buah kita tak pernah membawakannya jangankan membawakannya untuk mengingatnya pun kita jarang teringat ketika kita mendapat memakan makanan enak atau bepergian kesuatu tempat. Ketika kita sakit ia merawat dengan penuh kasih bahkan ia semalaman tidak tertidur  demi menjaga kita .
 Seharusnya kita sadar dan mengerti betapa mulianya sosok seorang ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya sekalipun.
 
2012 perjuangan seorang ibu | Blogger Templates for HostGator Coupon Code Sponsors: WooThemes Coupon Code, Rockable Press Discount Code